Barang Yang Wajib Dibawa Saat Mendaki Gunung. Ketika menjalankan aktivitas mendaki gunung kita diwajibkan membawa perlengkapan atau perlengkapan mendaki sebagai pelindung diri kita ketika berada di alam terbuka.Baik Pemula maupun yang sudah biasa mendaki gunung. Tidak seperti hoby lainnya, hoby mendaki gunung termasuk hoby yang membutuhkan banyak perlengkapan dan tak sedikit tarif yang dikeluarkan utuk dapat mandapatkan perlengkapan-perlengkapan tersebut. Pada mulanya, umumnya rata-rata seseorang memanfaatkan jasa penyewaan perlengkapan outdoor yang ketika ini banyak kita dapatkan baik itu di kota-kota besar ataupun kota-kota kecil di sekitar kita. Barulah ketika seseorang serius menekuni hoby ini, dia akan mulai membeli perlengkapan mendaki secara pribadi.

Memanfaatkan jasa penyewaan alat outdoor sesungguhnya tak terlalu bermasalah. Tapi seluruh kembali kepada kenyamanan. Jikalau menyewa perlengkapan outdoor kita mungkin tak mendapatkan kenyamanan kepada alat-alat yang kita gunakan sebab alat-alat tersebut acap kali diterapkan oleh banyak orang. Berbeda sekiranya kita mengaplikasikan alat-alat milik kita pribadi. Dimana yang mengaplikasikan alat-alat tersebut hanyalah kita sendiri. Nah sekiranya rekan-rekan serius berkeinginan menekuni hoby ini, mulai kini rekan-rekan semestinya menyisihkan beberapa uang jajan, uang dari gaji untuk kelak dapat membeli perlengkapan yang banyak diperlukan. Kami mencoba membikin daftar perlengkapan mendaki gunung, untuk mempermudah rekan-rekan mempersiapkan diri agar nantinya aktivitas pendakian rekan-rekan dapat berjalan dengan aman dan nyaman. Berikut ini daftar perlengkapan mendaki gunung yang semestinya dibawa :

Baca Juga :  Daftar Kontak Basecamp Gunung se Jawa

1. Tenda atau Dome.

Kelengkapan untuk mendaki pertama yakni tenda atau dome. Beberapa orang mungkin menjalankan pendakian tanpa membawa tenda atau dome dengan alasan : gunung yang mereka daki tidaklah tinggi, tak wajib bermalam di atas gunung atau cukup merasa direpotkan dikala membawa barang yang satu ini. Hal itu bukanlah tindakan yang bijaksana. tenda atau dome yakni barang yang wajib dibawa dikala mendaki gunung. Dengan membawa tenda atau dome kita dapat terlindungi dari udara dingin, bahaya gigitan hewan liar dan mendapatkan privasi dikala beristirahat.
Dengan membawa tenda pula kita dapat terlindungi dari badai ataupun cuaca yang sangat panas.

2. Carrier atau tas Gunung.

Untuk membawa barang-barang survival kit dan membawa seluruh logistik selama rekan-rekan melaksanakan perjalanan karenanya rekan-rekan memerlukan tas gunung atau carrier. Ransel gunung mempunyai desain khusus dan mempunyai beberapa bagian-bagian yang tak ditemukan di tas umum. Bermacam macam teladan dan ukuran tas gunung ketika ini diproduksi oleh beberapa produsen kelengkapan outdoor dan disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Ada beberapa macam ukuran tas gunung yang bisa rekan-rekan pilih, diantaranya : ukuran 40 L, 60 L, 90 L dan 100 L. Yang perlu dilihat ketika memilih tas gunung yaitu, jangan terpaku pada besarnya tas gunung tapi sesuaikanlah dengan kebutuhan. Bila rekan-rekan ingin melaksanakan pendakian dengan jarak dekat dengan waktu tempuh yang tak terlalu lama, rekan-rekan bisa memilih tas gunung dengan ukuran 40 L – 60 L. Melainkan kalau rekan-rekan ingin mendaki gunung dengan waktu berhari-hari sebaiknya menerapkan tas gunung dengan ukuran diatas 60 L. Ukuran 60 L menurut aku yaitu ukuran yang paling ideal untuk diaplikasikan. Apalagi ketika ini kita mengenal konsep ultralight hiking. Dengan konsep ultralight kita akan bisa membawa beban seminimal mungkin tanpa mengurangi fungsi dari kelengkapan yang kita bawa. Kecuali bisa meminimalisir beban yang kita bawa, kita juga bisa menghemat ruang di carrier kita sehingga kita tak memerlukan carrier dengan ukuran yang cukup besar untuk bisa mengangkut kelengkapan dan logistik kita selama melaksanakan perjalanan.

3. Peralatan memasak.

Peralatan mendaki gunung berikutnya yakni kelengkapan memasak. Peralatan memasak yang harus kita bawa setidaknya dapat dibagi menjadi 2 yakni kompor lapangan serta nesting. Ada bermacam-macam ragam ragam kompor lapangan yang dapat kita pakai. Kompor lapangan tersebut dapat berbahan bakar cair, padat ataupun gas. Setiap kompor lapangan tentu mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Baca Juga :  Cara Mendapatkan Air Dalam Situasi Mendesak Saat Mendaki

4. Sepatu gunung.

Sepatu gunung yaitu kelengkapan sepatutnya yang sepatutnya dikenakan ketika mendaki gunung. Memang ada beberapa orang yang tidak mau mengaplikasikan sepatu gunung dan memilih mengaplikasikan sandal gunung untuk dikenakan ketika mendaki gunung. Tapi dari segi keamanan, sepatu gunung lebih memberikan keamanan yang lebih dibandingi dengan mengaplikasikan sandal gunung.

5. Jaket gunung.

Peralatan wajib dibawa selanjutnya ketika mendaki gunung adalah jaket gunung. Bisa dibayangkan jika rekan-rekan berada di ketinggian diatas 1000 MDPL tanpa menggunakan jaket gunung, pasti akan merasa kedinginan atau bahkan bisa mengalami hipotermi. Ya bahaya hipotermi adalah ancaman mematikan yang bisa saja dialami oleh pendaki gunung. Berbagai upaya bisa kita usahakan untuk bisa mencegah terjadinya hipotermia. Salah satunya dengan menggunakan jaket gunung.

Baca Juga :  Yang Harus Dilakukan Saat Tersesat Di Gunung

6. Senter.

Senter adalah salah satu kelengkapan yang sangat diperlukan jika rekan-rekan berjalan di kegelapan atau pada saat mengerjakan perjalanan di malam hari. Pilihlah senter dengan sinar kuning karena sinar kuning adalah sinar yang bisa menembus kabut. Berbeda dengan sinar putih yang dihasilkan oleh lampu LED. Memang sekilas sinar putih lebih terang dibandingi dengan sinar kuning, tapi sinar putih akan lebih cenderung menyebar saat kabut datang dan tidak bisa menembus kabut. Opsinya jika rekan rekan mempunyai senter LED. Senter hal yang demikian bisa dimodifikasi dengan merekatkan mika warna kuning di komponen kacanya. Pemakaian senter kepala juga dirasa lebih praktis dan lebih safety karena rekan-rekan tidak sepenuhnya harus memegangi senter saat berjalan. sehingga kedua tangan akan lebih konsentrasi mencari keseimbangan dengan berpegangan pada ranting-ranting pohon yang bisa ditemukan di sepanjang jalur pendakian

7. Slepping bag.

Selain mengaplikasikan tenda atau dome dan mengaplikasikan baju penghangat gunung. Tidur mengaplikasikan slepping bag juga dirasa yaitu metode tepat sasaran untuk mencegah terjadinya hipotermi saat mendaki gunung. Sleeping bag yang banyak beredar biasanya berasal dari serat sintetis. Bahan sintetis memiliki keunggulan lebih awet diperbandingkan dengan slepping bag yang berasal dari bulu angsa.

Baca Juga :  Persiapan Pendakian untuk Wanita

8. Hammock.

Penerapan Hammock saat ini mulai meningkat dibandingkan dengan dekade lalu. Pada mulanya Hammock diaplikasikan oleh suku Maya di Amerika dengan tujuan untuk melindungi diri dari bahaya binatang liar seperti ular, tikus atau makluk beracun lainnya. Dikala ini rata-rata penerapan hammock beberapa besar diaplikasikan sebagai daerah beristirahat. Selain itu, tidak sedikit pula yang masih mengaplikasikan hammock cocok dengan fungsi aslinya ialah sebagai daerah perlindungan diri. Hammock seringkali diaplikasikan sebagai pengganti tenda atau dome tentunya dengan semua kekurangan dan kelebihannya.

9. Matras.

Matras bermanfaat sebagai alas tidur kita dikala berada di dalam dome atau sebagai alas dikala kita beristirahat dikala di perjalanan di sepanjang trek pendakian. Jikalau kita mengaplikasikan konsep ultralight hiking, matras seringkali digantikan dengan almunium foil. Memang pemakaian almunium foil akan lebih memberikan kehangatan bagi kita sebab sifatnya memantulkan panas atau kalor. Tetapi dari segi kenyamanan penulis lebih suka mengaplikasikan matras sebab mempunyai permukaan yang lebih tebal, sehingga tetap nyaman sedangkan diaplikasikan diatas daerah yang penuh dengan kerikil.

10. Jas hujan atau ponco.

Peralatan pendakian yang satu ini seringkali dilupakan oleh pendaki. Membawa jas hujan yakni hal yang harus bagi para pendaki yang berharap naik gunung. Mungkin bagi beberapa orang membawa jas hujan akan menambah muatan barang bawaan. Hal hal yang demikian bisa kita siasati dengan membawa jas hujan yang cukup tipis. Jas hujan yang tak jarang diaplikasikan oleh tukang becak yakni jas hujan yang tak jarang saya gunakan. Selain cukup ringan dan tak memakan daerah penyimpanan, jas hujan hal yang demikian cukup lebar untuk bisa menutupi badan serta tas carrier yang saya bawa.

Baca Juga :  Gunung – Gunung yang Berada di Gorontalo

11.Trekking pole.

Dikala ini mungkin masih sedikit pendaki yang mengaplikasikan trekking pole dikala melakukan pendakian sebab berjenis-jenis alasan. Salah satunya yakni sebab dirasa cukup ribet dan tentu akan mengeluarkan biaya yang lebih untuk bisa menggunakannya. Tetapi tak sedikit pula yang mulai menyadari manfaat mengaplikasikan trekking pole.

12. Pelindung kepala.

Pelindung kepala disini dapat saja topi atau kupluk. Pilihlah pelindung kepala yang nyaman dan pantas dengan keperluan. Jika rekan-rekan lebih nyaman mengaplikasikan topi, pilihlah topi yang memiliki komponen yang dapat melindungi mata dari cahaya matahari dan memiliki wujud yang melingkar. Kecuali dapat melindungi mata, komponen tersebut juga dapat melindungi komponen leher belakang dari sengatan cahaya matahari di waktu siang hari.

13. Sarung tangan.

Kecuali dapat melindungi tangan kita dari sengatan cahaya matahari, mengaplikasikan sarung tangan juga dapat melindungi kita dari bahaya gigitan hewan beracun maupun syok karena ranting-ranting tajam yang dapat saja menciderai diri kita.

Baca Juga :  Tips Memilih Trekking Pole Untuk Mendaki Gunung

14. Kaus kaki.

Sama halnya dengan sarung tangan. Pengaplikasian kaus kaki juga direkomendasikan dikala mendaki gunung dan yakni salah satu peralatan yang wajib dibawa dikala mendaki. Rekan-rekan setidaknya dapat membawa 2 pasang kaus kaki dikala mendaki gunung. Hal itu dialamatkan untuk mengantisipasi sekiranya salah satu kaus kaki basah, kita masih mempunyai kaus kaki lain yang dapat kita pakai.

15. Water Bladder.

Pengaplikasian water bladder yang dipakai dikala mendaki gunung juga masih sedikit dilaksanakan dibandingkan dengan penerapan water bladder pada bikers. Meskipun alat ini sangat berguna terpenting pada seseorang yang malas dikala wajib menurunkan carrier untuk sekadar mengambil botol air minum. Dengan mengaplikasikan water bladder seseorang tidak perlu disusahkan menurunkan barang bawaan untuk dapat minum air yang dibawanya. Tentunya hal ini juga wajib disupport dengan carrier yang support penerapan water bladder di dalamnya.

16. Pisau.

Selain dapat dipakai sebagai alat pemotong ranting yang menghalangi jalan kita, pisa juga berguna sebagai alat pelindung diri dari bahaya binatang buas. Selain itu pisau juga dapat dipakai sebagai alat untuk menggali lubang untuk sebagian kebutuhan lainnya.

17. Lampu kemah.

Bila beberapa dekade lalu para pendaki masih membawa petromax dan lampu dari minyak tanah yang amat beresiko ketika dinyalakan di dalam kemah. Kini sudah banyak dijual lampu kemah layaknya senter yang bisa dicharge ulang dan bisa kita nyalakan di dalam kemah dengan sedikit resiko dibandingkan jikalau kita memakai lampu dengan bahan bakar minyak tanah.

Baca Juga :  Cara Mengatasi Kram Kaki Saat Mendaki

18. Obat-obatan pribadi.

Bagi rekan – rekan yang mempunyai masalah kesehatan sebagai model sakit asma atau sakit lambung, sebaiknya rekan-rekan membawa obat yang acap kali diminum. Hal ini untuk mengantisipasi jikalau ketika mendaki gunung terjadi masalah kesehatan.

19. Pakaian lapangan.

Hal yang paling diamati ketika hendak naik gunung merupakan memilih pakaian secara tepat yang akan dipakai selama pendakian. Pilihlah pakaian yang kencang mengering dan aku pribadi lebih menyarankan rekan-rekan memakai pakaian dengan serat sintetis dibandingkan dengan memakai pakaian berbahan katun. Sekilas pakaian dengan bahan katun akan memberikan kehangatan yang lebih pada tubuh kita selama kita memakainya. Tapi perlu kita sadari, pakaian berbahan dasar katun akan lebih mudah meresap peluh dan susah mengeringkannya. Di beberapa kios outdoor kita akan mudah mendapatkan pakain lapangan untuk dipakai selama pendakian, tetapi jikalau rekan-rekan berharap yang lebih praktis dan lebih berteman dalam pengeluaran, pakaian atau kaos jersey bisa dipakai selama pendakian sebab mempunyai bahan yang ringan serta lebih kencang mengering.

20. Cover bag.

Cover bag amat berkhasiat melindungi carrier yang kita pakai ketika cuaca hujan maupun ketika terjadi badai. Selain itu pemakaian cover bag juga bisa dilaksanakan meskipun cuaca panas. Dengan memakai cover bag maka carrier kita akan terhindar dari debu, kotoran serta air hujan yang bisa saja kita jumpai di perjalanan selama pendakian.

Baca Juga :  Cara Mengelola Sampah Saat Mendaki Gunung

21. Perlengkapan Komunikasi.

Perlengkapan komunikasi yang bisa kita pakai merupakan HT maupun perangkat selular seperti handphone, mengingat beberapa kawasan pegunungan ketika ini sudah relatif murah sinyal selular.

22. Tas kecil untuk dibawa ketika summit attack.

Hal yang acap kali dilupakan oleh beberapa pendaki merupakan membawa tas kecil sebagai tempat wadah logistik kita ketika melaksanakan summit attack. Dalam kesibukan pendakian, tak selamanya kita membawa segala barang kita menuju ke puncak gunung sebab dirasa hal itu akan membutuhkan banyak energi dan menyulitkan pergerakan. Seringkali kita meninggalkan barang turunan kita di camping ground dan membawa bekal seperlunya untuk dibawa ke puncak. Aku sendiri lebih memilih membawa air yang cukup dan beberapa makanan dibandingkan wajib membawa carrier yang ukurannya amat besar. Oleh maka aku lebih suka membawa sebuah tas kecil ( bisa tas pinggang ) untuk dibawa ketika melaksanakan summit attack.

23. Kantung sampah atau trashbag.

Perlengkapan mendaki gunung yang wajib dibawa selanjutnya merupakan trashbag atau kantung sampah. Kantung sampah atau plastik amat dibutuhkan untuk membawa sampah kita selama di perjalanan serta bisa berkhasiat untuk melindungi barang barang kita selama terjadi hujan atau badai. Meskipun carrier kita sudah dilengkapi dengan cover bag yang waterproff akan jauh lebih baik jikalau kita melindungi barang turunan kita dengan metode dimasukkan ke dalam plastik. hal itu sebagai metode untuk mengantisipasi kebocoran pada carrier kita sehingga barang turunan kita akan konsisten kering di dalamnya.

Baca Juga :  Pendakian Gunung Kembang via Blembem

24. Perlengkapan Navigasi.

Perlengkapan navigasi yang dimaksud merupakan kompas serta GPS. Pastikan kompas dan GPS bisa bekerja secara optimal sebelum anda memakainya.

25. Decker.

Decker biasa dipakai di dunia otomotif lebih-lebih pada pembalap maupun pada orang yang suka hoby touring. Nah pemakaian decker ini berkhasiat untuk melindungi lutut serta mengurangi beban lutut ketika mendaki maupun menuruni gunung.

26. Gaiters.

Gaiters atau ada yang menyebutnya dengan leggers. Barang yang satu ini biasanya jarang dibawa dan mungkin terasa asing didengar oleh beberapa orang. Gaiter dipasang di atas sepatu menutupi sampai tungkai kaki dibawah lutut. Gunanya untuk melindungi tungkai kaki bagian bawah dan juga untuk menghindari masuknya pasir dan batu ke dalam sepatu ketika melalui jalanan berpasir dan berbatu di gunung.

27. Tali karmantel.

Tali Karnantel dipakai untuk mendaki gunung-gunung tertentu dengan kseulitan yang ekstrim seperti gunung Raung. Tali karmantel acap kali dipakai untuk kesibukan panjat tebing. Pemakaiannya tali ini bisa dihubungkan dengan anchor yang sudah dipasang sebelumnya.

28. Jam tangan.

Perbuatan paling mudah untuk mengetahui waktu secara akurat merupakan dengan mengamati jam tangan. Meskipun kita juga memakai telepon selular sebagai penunjuk waktu, tetapi pemakaian jam dirasa paling tepat sasaran. Jam tangan untuk mendaki gunung ada banyak jenis. Jam tangan gunung biasanya merupakan jam tangan yang waterroof dan wheatherproof. Sebagian produsen jam seperti fossil, G-Shock acap kali mengeluarkan jam tangan wheatherproof yang bisa rekan-rekan kenakan selama melaksanakan pendakian.

Baca Juga :  Makalah Sejarah Indonesia tentang Kerajaan Mataram Islam

29. Kacamata.

Kacamata sebagai pelindung mata kita amat berkhasiat jikalau kita melintasi medan yang berdebu seperti gunung merapi dan gunung semeru.

30. Perlengkapan Dokumentasi.

Perlengkapan atau perlengkapan untuk mendaki gunung yang terakhir merupakan perlengkapan dokumentasi seperti camera. Memang hal ini bersifat subjectif. Tapi amat disayangkan jikalau anda melaksanakan perjalanan tanpa adanya dokumentasi yang suatu ketika bisa anda lihat kembali sebagai pertanda bahwa rekan-rekan sudah mengunjungi gunung di tanah air.

Itulah Barang Yang Wajib Dibawa Saat Mendaki Gunung. Artikel ini semoga bisa membantu kalian agar lebih mempersiapkan perlengkapan untuk mendaki gunung.Artikel ini saya tulis ulang dari artikel https://www.ruangpendaki.com/2017/04/30-daftar-peralatan-dan-perlengkapan.html. Sekian dari saya Wassalamualaikum Wr.Wb. Terima Kasih