Bima Sakti dan Andromeda (M31) adalah galaksi spiral yang sangat besar atau bisa disebut raksasa di Alam Semesta lokal kita. Dan dalam kurun waktu sekitar 5 miliar tahun, Bima Sakti dan Andromeda akan saling tabrak menabrak dalam “pertandingan tinju antar galaksi” gravitasi, yang pada akhirnya akan mengikat bima sakti dan Andromeda selamanya.

Karena sebelumnya menduga bahwa Andromeda tiga kali lipat lebih besar daripada Bima Sakti, para astronom memprediksi galaksi kita akan dengan mudah dikuasai dan diserap oleh tetangga kita yang lebih besar. Tapi sekarang, penelitian baru menunjukkan bahwa kita telah melebih-lebihkan lawan galaksi kita tersebut.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan hari ini di Pemberitahuan Bulanan Royal Astronomical Society, sebuah tim astronom dari Australia mengumumkan bahwa Andromeda sebenarnya bukan galaksi kelas berat seperti yang pernah kita duga sebelumnya. Namun, tim astronom menemukan bahwa tetangga galaksi terdekat kita berukuran kurang lebih sama dengan Bima Sakti, yaitu sekitar 800 miliar kali massa Matahari.

Baca Juga :  Sebutkan Faktor - Faktor Yang Menyebabkan Agama Islam Mudah Diterima Di Indonesia !

Untuk menentukan ukuran galaksi Andromeda, tim astronom menggunakan teknik dalam menghitung kecepatan yang dibutuhkan bagi bintang yang bergerak cepat untuk melepaskan diri dari gaya tarik gravitasi galaksi induknya. Kecepatan yang dibutuhkan untuk melepaskan diri ini dikenal sebagai escape velocity atau kecepatan lepas sebuah objek.

“Ketika diluncurkan ke luar angkasa, sebuah roket dilontarkan dengan kecepatan 11 kilometer per detik untuk mengatasi tarikan gravitasi Bumi,” kata Prajwal Kafle, seorang astrofisikawan dari University of Western Australia yang menjadi cabang dari Pusat Penelitian Radio Astronomi Internasional, dalam siaran persnya. “Galaksi rumah kita, Bima Sakti, lebih dari satu triliun kali lipat lebih berat daripada planet mungil Bumi kita, jadi untuk melepaskan diri dari tarikan gravitasi, kita harus meluncur dengan kecepatan 550 kilometer per detik. Kami menggunakan teknik ini untuk menentukan massa dalam galaksi Andromeda yang sangat besar itu.”

Baca Juga :  JELASKAN LANGKAH CARA MELAKUKAN START JONGKOK

Ini bukan pertama kalinya bobot galaksi telah dihitung ulang berdasarkan analisis kecepatan lepas objek-objek di dalamnya. Pada tahun 2014, Kafle menggunakan teknik serupa untuk merevisi massa Bima Sakti, yang menunjukkan bahwa galaksi kita memiliki materi gelap (bentuk materi misterius yang memiliki gravitasi namun tidak berinteraksi dengan cahaya) yang jauh lebih sedikit, daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Galaksi yang paling dekat dengan kita, Andromeda, dalam kurun waktu sekitar 4 hingga 5 miliar tahun akan bergabung dengan galaksi kita sendiri, Bima Sakti. Meskipun Bima Sakti diketahui tidak terlibat dalam peristiwa penggabungan dalam skala besar baru-baru ini, para astronom telah mengamati banyak sisa dari peristiwa penggabungan dalam skala kecil sebelumnya.

Baca Juga :  Makalah Sejarah Indonesia tentang Kerajaan Demak

Sama seperti penelitian pada tahun 2014 untuk menghitung bobot galaksi Bima Sakti, makalah penelitian hari ini menunjukkan bahwa penelitian-penelitian yang dilakukan sebelumnya terlalu melebih-lebihkan jumlah materi gelap yang ada di galaksi Andromeda. “Dengan meneliti orbit bintang-bintang yang melaju sangat cepat, kami menemukan bahwa Andromeda memiliki materi gelap yang jauh lebih sedikit daripada yang diperkirakan sebelumnya,” kata Kafle, “dan jumlah yang ditemukan hanyalah sepertiga daripada pengamatan sebelumnya.”

Meskipun mebuat revisi semua massa dalam galaksi Andromeda mungkin akan terlihat membantu Bima Sakti selama terjadinya peristiwa tabrakan antar galaksi tersebut, para periset mengatakan bahwa simulasi-simulasi baru setelah revisi massa galaksi Andormeda diperlukan untuk menentukan dengan tepat apa yang akan terjadi saat galaksi tersebut bertemu. Tapi tidak peduli apa yang terjadi dalam waktu 5 miliar tahun yang akan datang, Kafle mengatakan temuan baru hari ini “benar-benar mengubah pemahaman kita tentang kelompok lokal galaksi.”

Baca Juga :  Hal Yang Harus Diperhatikan Ketika Menjadi Moderator Debat​

Bagaimanapun juga, untuk saat ini kita dapat menghibur diri dalam pengetahuan baru bahwa Bima Sakti bukanlah kuda hitam seperti yang selama ini kita duga, melainkan lawan yang sebanding bagi Andromeda.