Air adalah salah satu senyawa yang paling penting bagi semua makhluk hidup di dunia ini. Lalu bagaimana kita bisa mendapatkan air saat situasi mendesak? Simak artikel berikut

Sumber air itu dapat dikonsumsi atau tidak beracun kita dapat mengenalinya dari warna, bau dan sumber air itu sendiri, apabila terdapat dibekas aliran kawah atau dekat sumber belerang yang masih aktif pastikan air tidak terkontaminasi oleh kadar asam yang tinggi, coba perhatikan dan lihat lebih jelas kondisi warna airnya dan tumbuhan yang terdapat disekitarnya apabila berwarna hijau kekuningan maka jangan dikonsumsi.

Perhatikan juga bekas jejak binatang yang ada disekitarnya, jika terdapat banyak jejak binatang maka bisa dipastikan air yang ada ditempat itu bisa diminum dan tidak beracun.

Baca Juga :  Pendakian Gunung Kembang via Blembem

Air juga bisa diperoleh dengan memperhatikan kondisi kedalaman lembah dan tingkat kesuburan serta kelembaban lembah, semakin hijau dan lembab semakin bisa dipastikan bahwa terdapat sumber air disana. Tapi Ingat !!! Jika terlalu jauh dan dalam lebih baik dihindari karena masih ada beberapa cara untuk mendapatkan air dari sekitar kita.

Memotong akar-akar pohon yang merambat dari atas kebawah dari tangkal pohon yang paling subur dan paling rindang didalam hutan. Dari potongan akar tersebut akan menghasilkan setetes demi setetes air yang dapat kita kumpulkan dengan wadah yang ada.

Lumut juga merupakan sumber air. Kumpulkan lumut-lumut yang lembab dan basah, peras dengan menggunakan kaos atau slayer kemudian endapkan lalu saring menggunakan kaus atau kain yang telah diisi dengan kerikil dari satu wadah ke wadah lainnya.

Baca Juga :  Cara Mengelola Sampah Saat Mendaki Gunung

Embun yang terdapat pada dedaunan caranya : Tutup seluruh bagian tumbuhan yang paling basah oleh embun dengan plastik bening lalu ikat bagian bawah sedikit naik dengan bagian lain sedikit menurun yang berguna sebagai penampung air yang telah diuapkan oleh matahari. Bentuk dengan baik agar uap air yang menetes terkumpul dalam wadah yang kita siapkan.

Carilah rumput yang paling lebat dan paling hijau warnanya sebab diareal itulah pasti tersimpan cadangan air. Rumput yang paling banyak mengandung air adalah adalah jenis bambu-bambuan dan ilalang. Akar rumput ilalang banyak mengandung air dan manis rasanya.

Galilah tanah yang lembab. Cara ini hampir sama dengan mengumpulkan air embun didedaunan yaitu membutuhkan plastik sebagai penutup lubang dan bantuan sinar matahari untuk menguapkan air. Uap air akan tertahan pada permukaan plastik kemudian turun kembali kebawah, bentuk tutup plastik kita kerucutkan sedikit ketengah agar air dapat menetes kedalam wadah yang telah kita siapkan didalamnya.

Baca Juga :  Gunung - Gunung yang Berada di Papua

Apabila menemukan sumber air tetapi air yang ada terlihat keruh maka teknik sederhana ini sangat membantu dalam mendapatkan air yang jernih. Ambil air dari sumber air endapkan beberapa menit dalam suatu wadah lalu siapkan batu kerikil dan pasir dalam slayer atau kaus.. Saring air dengan kerikil dan batu yang ada dalam slayer atau kaus dengan cara menuangkan sedikit demi sedikit dari wadah yang satu ke wadah yang lainnya.

Menahan laju kabut dengan bentangan plastik, kabut yang turun cukup tebal biasanya membawa kandungan air yang cukup banyak, bentangkan pelastik dengan salah satu sudut agak meninggi hingga tetesan air dapat mengalir ke sudut yang lebih rendah. Tampung air dalam wadah yang kita persiapkan.

Baca Juga :  Cara Mengatasi Kram Kaki Saat Mendaki

Mungkin itu saja informasi yang bisa saya bagikan, semoga bermanfaat bagi kalian semua.

Salam lestari and keep safety hiking.

Sumber : Fb Cerita Pendakian