Debat adalah kegiatan untuk mempertahankan pendapat dengan disertai argumen yang mendukung pendapat. Tujuan debat adalah untuk meyakinkan argumen yang diajukan oleh kedua tim.

Mosi (tema) debat “Keputusan Pemerintah dalam Menetapkan Full Day School

Moderator:

Berita mengenai ketetapan pemerintah untuk menerapkan full day school bagi semua sekolah, telah mengejutkan banyak pihak, terutama bagi orang tua siswa. Komentar-komentar positif yang mendukung dan komentar-komentar negatif yang menolak, membuat kita berpikir, apakah Indonesia sudah tepat menerapkan full day school untuk semua tingkat pendidikan?

Tim afirmasi (tim yang menyetujui mosi)

Kami dari tim afirmasi sangat menyetujui keputusan pemerintah mengenai full day school bagi sekolah. Dengan ada full day school, siswa-siswa dapat belajar secara optimal dan diawasi langsung oleh guru pembimbing mata pelajaran siswa.

Baca Juga :  SIAPA NAMA RAJA-RAJA KERAJAAN MAJAPAHIT?

Tim oposisi (tim yang menolak mosi)

Kami dari tim oposisi menolak ketetapan tersebut. Karena sebagai anak-anak, kami juga membutuhkan waktu untuk mengembangkan diri sendiri dan bersosialisasi dengan keluarga dan masyarakat.

Tim netral

Sebagai seorang siswa, kami memang butuh bimbingan dari pihak sekolah dan keluarga. Ilmu memang penting, tetapi begitu pula dengan keluarga dan bersosialisasi dengan masyarakat. Memang kami harus pintar-pintar membagi waktiu agar masa muda kami tidak berlalu begitu saja tanpa manfaat sama sekali.

Moderator (kesimpulan)

Full day school merupakan suatu kebijakan pemerintah untuk mengoptimalisasi waktu belajar di sekolah. Di satu sisi pula, kesempatan anak untuk berkembang dan bersosialisasi dengan masyarakat menjadi kurang. Tentu saja itu kembali ke diri kita masing-masing bagaimana kita dapat mengatur waktu sebaik-baiknya. Dukungan dari pihak sekolah dan pihak keluarga sangat berperan dalam perkembangan seorang anak.

Baca Juga :  JELASKAN LANGKAH CARA MELAKUKAN START JONGKOK

Mosi (tema) debat “Perpustakaan, masih perlukah?”

Tim Afirmasi :

Kita mengetahui betapa pentingnya buku dalam dunia pendidikan dan setiap sekolah pasti memiliki sebuah perpustakaan sebagai salah satu sarana dan prasarana yang dapat menunjang pembelajaran. Kami juga mengakui bahwa peran perpustakaan mulai tersingkirkan sejak perkembangan teknologi yang banyak mendukung dunia pendidikan pula. Tetapi, perlu kita sadari, bahwa peran perpustakaan tidak tergantikan. Ketika mencari sumber-sumber yang terbukti validasnya, perpustakaan adalah tempat yang kita tuju.

Tim Oposisi :

Kami dari tim oposisi berpendapat bahwa perpustakaan pada era perkembangan teknologi ini, tidak memiliki peran yang penting lagi. Selain membutuhkan waktu khusus untuk mengunjungi perpustakaan dan mencari narasumber, perpustakaan pun kadang tidak menyediakan fasilitas buku secara lengkap. Dan juga, ruang perpustakaan di sekolah-sekolah pun tidak efektif karena secara lokasi, perpustakaan pun tidak nyaman dan tenang sebagai sarana pembelajaran.

Baca Juga :  Jelaskan Cara Memasuki Garis Finish Lari Jarak Pendek!

Tim Netral:

Harus kita akui, dunia pendidikan tidak akan jauh dari dunia buku pula. Terutama di sekolah-sekolah yang sudah seharusnya menyediakan sarana dan prasarana yang lengkap bagi siswa-siswanya. Perpustakaan, bagi kami, termasuk sarana dan prasarana yang penting. Di sinilah kita dapat menemukan sumber-sumber yang jelas dan dapat dijadikan narasumber pembelajaran. Tetapi, pihak sekolah juga perlu mengadakan perbaikan-perbaikan agar perpustakaan menjadi tempat yang diperlukan oleh siswa. Semisal, dengan melengkapi fasilitas buku, menyiapkan tempat yang nyaman dan tenang, dan lain-lain. Tidak bisa kita pungkiri bahwa teknologi sudah menggantikan peran perpustakaan. Boleh saja menggunakan internet sebagai media pembelajaran. Asal dapat dipertanggungjawabkan isi dan sumbernya.