Persiapan pendakian untuk wanita.

Mendaki gunung saat ini tengah menjadi olahraga yang digemari berbagai kalangan, mulai dari anak kecil, kaula muda sampai yang telah lanjut usia, dari yang cowok-cowok hingga cewek-cewek. Naik gunung atau hiking, bukanlah sesuatu yang gampang, tapi tidak juga bisa dibilang susah,” asalkan ada kemauan pasti sampai puncak”, begitu kata beberapa pendaki.

Khusus untuk para kaum hawa mendaki itu adalah perjalanan yang harus direncanakan dari jauh jauh hari, karena secara fisik , stamina wanita dengan lelaki itu Tidaklah sama.
Banyak kejadian-kejadian yang menimpa pendaki itu berasal dari kaum hawa yang kurang mempersiapkan diri pra pendakian.

Saya akan berbagi tips untuk para wanita yang akan memulai pendakian gunung.

Baca Juga :  Pendakian Gunung Slamet via Bambangan (Jalur yang Paling Banyak Di Lalui Pendaki)

1.Mendaki gunung adalah kegiatan yang penuh dengan tantangan. Medan yang sulit, cuaca yang bisa berubah sewaktu-waktu serta minimnya kandungan oksigen di atas ketinggian harus kamu perhitungkan. Untuk dapat melalui medan yang sulit terutama medan yang menanjak kamu sebaiknya melakukan olahraga secara teratur, minimal seminggu sebelum melakukan pendakian. Dengan berolahraga secara teratur maka kamu dapat melatih pernafasanmu. Otot-otot pada beberapa bagian tubuhmu pun juga dapat terlatih, terutama otot pada bagian kaki. Olahraga tidaklah harus lama. 30 menit sehari bila itu dilakukan secara teratur sudah sangat cukup. Kamu bisa memilih olahraga yang kamu sukai misalkan berenang tau jogging di pagi hari.

  1. Salah satu hal yang menjadi momok bagi wanita dalam mendaki adalah menstruasi. Maka ada baiknya sebelum merencanakan mendaki gunung itu tidak berbarengan dengan siklus haid.
    Mendaki disaat menstruasi mejadi dilemma tersendiri bagi seorang wanita dan seringkali hal ini tidak dipahami oleh pendaki laki-laki. Saat menstruasi tentu akan cukup mengganggumu, selain karena nyeri pada bagian perut tentu kamu juga tidak nyaman serta was-was bilamana hal itu terlihat pada pakaian atau celana yang kamu kenakan. Selain itu beberapa mitos juga melarang seorang wanita mendaki gunung bilamana sedang dalam kondisi menstruasi. Semua itu tergantung kita dalam menanggapi mitos tersebut, dalam hal ini kami tidak melarang seorang wanita mendaki saat mengalami menstruasi, melainkan hanyalah mengingatkan untuk menjaga kondisi tubuh agar tidak memaksakan diri bilamana tubuh dalam kondisi yang kurang fit.
  2. Berat beban packing wanita tidak boleh sama dengan pria, karena bisa mengganggu kesehatan wanita seperti masalah pada tulang punggung dan yang paling fatal yaitu masalah rahim/kandungan. Minimal dalam pendakian harus ada satu bahkan lebih laki laki yang bisa memback up peralatan utama seperti tenda yang memiliki bobot packing cukup berat.
  3. Jangan lupakan peralatan pribadi, seperti sleeping bag, jaket, pakaian ganti dan alat makan. Wanita jangan terlalu terpaku oleh pria saja, wanita harus mempersiapkan segala hal yang di rasa penting secara mandiri. Hal ini bisa membuat para kaum hawa menjadi diri yang lebih selektif dan terstruktur. Mendaki tidak hanya berjalan, mendaki itu belajar mendisiplinkan diri.
  4. Pilihlah teman pendakian yang kooperatif, atau bisa diajak kerja sama secara team, banyak kasus yang terjadi digunung disebabkan oleh human eror seperti meninggalkan teman perjalan atau tidak peduli dengan anggota team. Penentuan teman saat mendaki sangatlah krusial karena team yang baik akan membuat perjalan anda terasa nyaman dan aman, sebelum melakukan pendakian biasakan melakukan briefieng dan buat manajemen resiko secara detail, mengantisipasi hal yang tidak diinginkan..
Baca Juga :  Daftar Kontak Basecamp Gunung se Jawa

Itu saja tips dari saya untuk para wanita yang akan memulai pendakian.
Kurang dan lebih nya mohon di maafkan.
Semoga info ini bermanfaat untuk kalian semua, Jangan lupa share ke teman – temanmu jika informasi ini bermanfaat!

Keep safety
Happy hiking